WUNABUNGGU, LANI JAYA – Prajurit TNI dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY Pos Titik Kuat (TK) Wunabunggu kembali menunjukkan dedikasi dan pengabdian tanpa batasnya untuk masyarakat Papua. Mengusung semangat kemanusiaan, prajurit TNI menggelar Patroli Keamanan yang dirangkaikan dengan Pelayanan Kesehatan Gratis, Komunikasi Sosial (Komsos), dan Pembinaan Teritorial (Binter) Terbatas di Kampung Mbu, Distrik Melagi, Kabupaten Lani Jaya, Rabu (8/7/2026).
Langkah proaktif ini diambil guna menjawab keterbatasan akses fasilitas kesehatan di wilayah pedalaman, sekaligus memberikan jaminan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., menegaskan bahwa prajurit TNI di medan tugas tidak hanya hadir sebagai benteng pertahanan negara, tetapi juga harus menjadi pahlawan kemanusiaan yang membawa solusi nyata bagi kesulitan rakyat sekitarnya.
Kehadiran kami di tanah Papua adalah untuk menyebarkan kedamaian, memberikan rasa aman, dan membantu meringankan beban masyarakat. Melalui kegiatan patroli yang terintegrasi dengan pelayanan kesehatan ini, kami berharap warga Distrik Melagi tidak hanya merasa terlindungi dari segi keamanan, tetapi juga terbantu dari sisi kesehatan yang fasilitasnya masih terbatas. TNI lahir dari rakyat, dan kami akan selalu memberikan yang terbaik untuk rakyat, tegas Letkol Inf Dedi Risdiantoro.
Kegiatan mulia ini merupakan wujud nyata dari arahan Komandan Pos (Danpos) TK Wunabunggu, Letda Inf Mathias David Metikores. Dalam arahannya, Letda Inf Mathias menekankan bahwa tugas kemiliteran harus selalu sejalan dengan nilai-halai humanis.
Bagi kami, senyum dan kesehatan warga adalah energi utama prajurit di medan operasi. Kami menyadari betul bahwa pelayanan kesehatan di Kampung Mbu dan sekitarnya sangat terbatas. Oleh karena itu, kami yang mendatangi mereka. Sambil menjaga keamanan wilayah, kami menyapa, mendengarkan keluh kesah, mengobati warga yang sakit, dan mempererat tali persaudaraan. Ini adalah panggilan jiwa dan pengabdian yang dilandasi oleh ketulusan, ungkap Letda Inf Mathias David Metikores.
Pelaksanaan kegiatan di lapangan dipimpin oleh Komandan Tim (Dantim) III, Sertu Yusten Zakarias, beserta 11 personel lainnya. Tim bergerak menuju Kampung Mbu, kehadiran prajurit berpakaian loreng ini langsung disambut dengan senyum hangat dan antusiasme warga. Interaksi berjalan sangat cair; tim medis Satgas dengan sigap memeriksa kesehatan warga, sementara prajurit lainnya membaur memberikan rasa aman dan berbincang akrab dengan tokoh masyarakat setempat.
Masyarakat Kampung Mbu mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kehadiran TNI di wilayah Distrik Melagi. Mereka merasa sangat terbantu, baik dari segi perlindungan keamanan maupun pengobatan gratis yang diberikan.
Rangkaian kegiatan humanis dan heroik ini diselesaikan dengan lancar, seluruh personel Tim III kemudian kembali dan tiba di Titik Kuat Wunabunggu dalam keadaan aman dan lengkap.
No comments yet.