NTT – Sumba Timur. Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas lahan masyarakat, Babinsa Koramil 02/Rindi Umalulu, Kodim 1601/Sumba Timur, Pelda Efodius Bazikho bersama masyarakat melaksanakan kegiatan pembukaan dan pengolahan lahan tidur di Desa Kota Kawau dan Desa Matawai Maringu, Kecamatan Kahaungu Eti, Kabupaten Sumba Timur, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan pendampingan Babinsa kepada masyarakat dalam memanfaatkan lahan yang selama ini belum produktif untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian. Lahan-lahan tersebut nantinya akan ditanami berbagai komoditas pertanian, di antaranya tanaman hortikultura, bawang merah, cabai, jagung, dan padi.
Di Desa Kota Kawau, terdapat tiga lokasi lahan yang diolah. Lokasi pertama memiliki luas sekitar 3 hektare dan akan dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman hortikultura, khususnya cabai dan berbagai jenis sayuran. Pengelolaan lahan tersebut juga membuka lapangan pekerjaan bagi sekitar 10 hingga 15 orang warga di sekitar lokasi.
Sementara itu, lokasi kedua berada di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan luas kurang lebih 1 hektare. Lahan tersebut telah diolah dan ditanami bawang merah serta melibatkan sekitar 12 orang warga dalam proses pengelolaannya.
Pada lokasi ketiga yang juga berada di kawasan DAS dengan luas sekitar 20 hektare, lahan dimanfaatkan untuk penanaman jagung hibrida dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 16 orang.
Selanjutnya, di Desa Matawai Maringu, Babinsa bersama masyarakat juga melaksanakan pembukaan dan pengolahan lahan tidur seluas kurang lebih 2 hektare. Lahan tersebut direncanakan untuk ditanami padi dan diperkirakan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi sekitar 6 orang warga.
Pelda Efodius Bazikho mengatakan, seluruh biaya kegiatan dan proses pengolahan lahan tersebut dibiayai oleh Babinsa sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada masyarakat dalam mengembangkan lahan tidur menjadi lahan produktif.
“Untuk mekanisme pembagian hasil, lahan bawang dan jagung menggunakan sistem bagi hasil dengan kelompok tani. Sedangkan untuk lahan cabai, sayur-sayuran dan padi menggunakan sistem upah harian dan bulanan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dalam meningkatkan hasil pertanian maupun membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga di sekitar lokasi.
Melalui kegiatan tersebut, Babinsa terus mendorong masyarakat agar memanfaatkan lahan yang selama ini belum produktif sehingga dapat dikelola secara maksimal. Selain mendukung ketahanan pangan, pemanfaatan lahan tidur ini juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan.
(Pendim 1601 ST)
No comments yet.