BULELENG, GEROKGAK – Upaya penanggulangan kebakaran hutan di wilayah Kabupaten Buleleng terus dilakukan secara masif dan sinergis. Pada Selasa pagi (18/8/2026), personel gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Satgas Karhutla, serta warga masyarakat setempat kembali menerjang medan terjal Bukit Bengbeng, Banjar Dinas Gondol, Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, demi memadamkan sisa-sisa kobaran api di hari kedua penanganan.
Aksi tanggap darurat ini dipimpin langsung oleh Perbekel Desa Penyabangan Nyoman Sudiarta, bersama Babinsa Penyabangan Peltu I Ketut Sariyana dan Bhabinkamtibmas Aiptu Ketut Sudi. Turut mendampingi di lapangan Kadus Gondol Sultan Arahman serta jajaran Satgas Karhutla yang dipimpin oleh Kadek Juliada.
Perjuangan tim gabungan dimulai tepat pukul 08.10 WITA. Berangkat dari titik kumpul di kediaman warga bernama Wayan Sami, rombongan bergerak menembus jalur berbukit menuju lokasi titik api dengan membawa peralatan darurat, termasuk 4 unit jet shooter.
Setibanya di lokasi pada pukul 08.35 WITA, tim langsung bergerak cepat mengisolasi pergerakan si jago merah. Dalam keterbatasan akses dan cuaca kering, Babinsa bersama warga bahu-membahu menyemprotkan air menggunakan jet shooter serta memanfaatkan ranting-ranting pohon untuk memadamkan kobaran api secara manual. Perjuangan tersebut mendapat dukungan kian solid saat tim Satgas Karhutla RPH Bali Utara tiba di lokasi pada pukul 09.15 WITA untuk memperkuat barisan pemadaman.
Berkat kerja keras, kekompakan, dan sinergi yang mantap di lapangan, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 10.10 WITA. Tim kemudian melakukan penyisiran guna memastikan tidak ada lagi bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan sebelum akhirnya kembali ke titik kumpul pada pukul 10.30 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan pemadaman berakhir pukul 11.00 WITA dalam keadaan aman dan terkendali.
Berdasarkan pendataan awal di lokasi, total luas lahan hutan Bukit Bengbeng yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai ± 4 hektar. Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya titik api masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Kesigapan Babinsa dan seluruh unsur gabungan ini menjadi bukti nyata hadirnya TNI di tengah masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengantisipasi ancaman bencana alam.
No comments yet.