NTT-TTU, Kamis 27 Agustus 2026., Menindaklanjuti informasi yang sempat viral di media sosial terkait kondisi Kali Oelbaf di Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kodim 1618/TTU bergerak cepat dengan melakukan pengecekan langsung di lokasi. Informasi tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan setelah beredarnya video berdurasi kurang lebih 30 detik yang memperlihatkan aktivitas anak-anak sekolah saat melintasi kawasan kali tersebut.
Merespons perhatian masyarakat tersebut, Dandim 1618/TTU Letkol Arm Bambang Heryanto, S.Sos., segera memerintahkan Danramil 1618-02/Miobar Kapten Inf Adolfo Mendonsa bersama Babinsa untuk turun langsung ke lapangan. Kehadiran aparat kewilayahan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus langkah awal untuk memastikan kondisi sebenarnya serta kebutuhan masyarakat di sekitar Kali Oelbaf.
Dalam kegiatan tersebut, Danramil bersama Babinsa turut mendampingi Tim Zibang Kupang IX/1-A untuk meninjau secara langsung kondisi medan dan geografis Kali Oelbaf yang sebagai bagian dari tahapan awal perencanaan pembangunan. Berdasarkan hasil pengukuran, jembatan beton yang direncanakan memiliki ukuran kurang lebih 42 meter x 6 meter.
Akses tersebut memiliki peran penting bagi masyarakat karena menjadi jalur yang digunakan warga dalam menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari menghadiri kegiatan sosial kemasyarakatan, mengangkut hasil kebun, menuju sekolah, hingga mendukung mobilitas tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Bagi dunia pendidikan, keberadaan akses yang aman menjadi kebutuhan penting, terutama bagi anak-anak sekolah yang harus melintasi kawasan Kali Oebaf untuk menuju maupun kembali dari sekolah. Demikian pula bagi tenaga kesehatan, akses tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung kelancaran pelayanan kesehatan, khususnya ketika petugas harus menjangkau masyarakat yang berada di wilayah dengan kondisi medan yang cukup menantang.
Dalam Hal ini, Dandim 1618/TTU Letkol Arm Bambang Heryanto, S.Sos., menegaskan bahwa setiap informasi yang menyangkut kepentingan dan keselamatan masyarakat menjadi perhatian TNI di wilayah. Menurutnya, pengecekan lapangan merupakan langkah penting agar setiap rencana pembangunan benar-benar disiapkan berdasarkan kondisi nyata, kebutuhan warga, serta aspek teknis dan keamanan.
“TNI hadir bukan hanya ketika pembangunan dimulai, tetapi sejak kebutuhan masyarakat ditemukan dan harus dicarikan jalan keluarnya. Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar rencana pembangunan jembatan di Kali Oebaf dapat dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, sehingga ke depan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kelancaran akses pendidikan, ekonomi dan aktivitas warga,” ujar Dandim.
(PENDIM 1618/TTU)
No comments yet.